15 Menu Arisan Berkuah Enak, Mudah dan Disukai

Cindy Pramistasari

Menu Arisan Berkuah Yang Enak, Mudah dan Disukai
Menu Arisan Berkuah Yang Enak, Mudah dan Disukai, Source Image: Dapurawit.com

Menu Arisan Berkuah – Musim hujan tentu saja membutuhkan menu arisan berkuah yang enak disajikan hangat-hangat. Selain untuk menghangatkan badan, menu berkuah yang lezat juga bisa menambah keakraban semua yang hadir di arisan.

Jika jumlah yang hadir dalam arisan cukup banyak, hidangan berkuah bisa jadi lebih hemat dibandingkan hidangan lainnya. Bunda bisa menyiapkan berbagai pugasan secara terpisah ketika menyiapkan porsi hidangan.

Umumnya, konsumsi saat kegiatan arisan hanyalah berbagai jajanan seperti kue tradisional karena dimulai sebelum makan siang atau bahkan di sore hari. Tapi, hidangan berkuah ini nikmat dinikmati kapan saja, terutama jika disajikan di jam-jam lapar seperti di sore hari.

Sebagian besar menu berkuah juga sesuai untuk semua umur. Jadi, Bunda bisa dengan mudah menghidangkan menu ini untuk si kecil yang ikut arisan.

Ide Menu Arisan Berkuah

Ada begitu banyak masakan berkuah yang bisa disajikan waktu arisan. Baik sebagai hidangan prasmanan atau bukan, makanan berkuah

Bunda bisa memilih salah satu atau beberapa dari beberapa hidangan berikut yang sesuai dengan selera dan juga bujet yang ada. Tidak perlu khawatir, semua hidangan ini mudah dibuat sendiri di rumah.

1. Bakso

1. Bakso

Salah satu menu arisan berkuah favorit sekaligus andalan saat acara bersama lainnya adalah bakso. Perpaduan berbagai ukuran bakso dengan tahu, pangsit, dan suun bisa jadi sangat menyegarkan waktu arisan.

Jika di daerah tempat tinggal Bunda ada pedagang bakso yang terkenal enak, Bunda bisa menyewa satu gerobak langsung. Tapi gerobak ini umumnya hanya bisa melayani hingga 100 porsi saja.

Bunda juga bisa membuat sendiri kuah bakso yang lezat. Dan membeli pentol bakso sendiri yang sudah jadi baik dari pedagang lokal ataupun yang beku di supermarket.

Selain bakso, Bunda juga bisa menyiapkan dim sum atau pangsit bagi tamu yang kurang menyukai daging sapi. Bunda hanya perlu merebus pangsit selama beberapa menit di dalam kuah bakso untuk menghangatkan.

2. Sayur Lodeh

2. Sayur Lodeh

Sebagai masakan rumahan, sayur lodeh cukup banyak dihidangkan di berbagai arisan. Bunda bisa memilih untuk membuat sayur lodeh putih yang gurih, atau lodeh merah yang sedikit pedas.

Isian sayur lodeh juga cukup bervariasi. Bunda bisa menggunakan nangka muda, tempe, tahu, labu siam, dan berbagai sayuran lainnya. Sayur lodeh bisa dinikmati dengan nasi hangat, lontong, ataupun ketupat.

Untuk lauk pendamping, Bunda bisa menyiapkan telur bacem atau ayam goreng lengkuas. Tak lupa dengan sambal bajak dan kerupuk untuk menambah rasa dan tekstur sayur lodeh.

3. Lontong Sayur

3. Lontong Sayur

Jika Bunda mengadakan arisan dengan tema hidangan Sumatera Barat, maka lontong sayur bisa jadi salah satu hidangan yang di hadirkan.

Kuah dari gulai nangka muda yang gurih karena santan dan tekstur dari kerupuk merah akan menggugah selera. Bunda bisa menghidangkan sayur ini dengan ketupat atau lontong.

Selain itu, lontong sayur juga cocok dimakan sendiri atau dengan lauk tambahan telur balado atau rendang. Rasa lontong sayur yang tidak pedas membuat hidangan ini juga bisa dinikmati langsung dinikmati oleh si kecil.

4. Soto Kudus

4. Soto Kudus

Tahukah Bunda bahwa soto adalah salah satu hidangan Indonesia yang paling populer dan memiliki banyak variasi? Soto ayam khas Kudus dengan kuah yang kuning jernih adalah salah satu soto yang banyak disukai.

Rasa soto kudus hampir mirip dengan soto Lamongan yang juga menggunakan kunyit. Bedanya, ada pada soto kudus dibuat dengan merebus ayam cukup lama hingga mengeluarkan lebih banyak kaldu.

Selain itu, soto Lamongan juga menggunakan pugasan koya dari kerupuk udang yang dihancurkan. Sementara pugasan soto Kudus hanya irisan kol dan taoge panjang di atas daging ayam suwir.

Bunda bisa menghidangkan soto ini dengan nasi, sambal, dan juga kerupuk bawang. Soto kudus juga salah satu hidangan yang disukai banyak orang, baik tua maupun muda.

Jika ada peserta arisan yang membawa balita yang masih dalam masa mencoba berbagai tekstur, maka menghidangkan soto Kudus adalah pilihan yang tepat. Ada cukup banyak rasa di dalam soto yang lezat dan tidak terlalu kuat sehingga bisa menjadi menu MPASI Balita.

5. Zuppa Soup

5. Zuppa Soup

Jika ingin terkesan mewah, Bunda bisa menghidangkan zuppa soup sebagai menu arisan. Sepintas, menu ini terlihat sulit dibuat atau bahkan mahal.

Tapi Bunda bisa menekan biaya dengan membuat sendiri sup krim dengan berbagai macam variasi sup krim instan yang ada. Untuk pastry yang hadis di atas sup, Bunda bisa menggunakan adonan pastry yang sudah jadi atau bahkan mencampurkan langsung roti ke dalam sup.

Tahukah Bunda kalau hidangan asal Italia ini aslinya tidak menggunakan pastry sebagai tutup sup. Minestra di Pane atau sup roti dan sayuran ini awalnya dibuat untuk memanfaatkan roti sisa.

Hidangan ini juga dikenal dengan nama zuppa Toscana sesuai dengan daerah Italia tempat sup ini jadi sangat populer. Dalam perkembangannya, roti yang digunakan bukan lagi roti lama melainkan puff pastry yang diletakkan di atas mangkok sup.

6. Sop Ayam Rempah

6. Sop Ayam Rempah

Menu ini salah satu yang paling mudah dibuat karena modifikasi dari resep sop ayam sederhana. Bedanya adalah tambahan berbagai rempah seperti kapulaga, dan bunga lawang yang ditambahkan ketika merebus ayam.

Bunda juga bisa menambahkan jahe iris atau keprek ketika membuat kuah sop sayuran biasa. Tambahan rasa pedas dari jahe akan membuat sop terasa jauh lebih menyegarkan.

Walaupun bernama sop ayam rempah, Bunda juga bisa menambahkan berbagai sayuran ke dalam sop. Untuk tampilan yang lebih unik dan berwarna-warni, Bunda bisa mengganti wortel, kentang, dan buncis dengan sayur lain seperti jamur kuping, kembang kol, atau brokoli.

Bunda juga bisa menggunakan ayam kampung untuk membuat kuah sop untuk rasa ayam yang lebih kuat. Untuk penyajian, Bunda bisa memotong ayam sesuai porsi atau membuat suwiran ayam seperti menyajikan soto.

7. Soto Banjar

7. Soto Banjar

Berbeda dengan rasa soto ayam dari daerah jawa seperti Soto Kudus atau bahkan soto Lamongan yang cukup kuat dan gurih karena kemiri dan kunyit. Rasa rempah yang digunakan di soto banjar cenderung samar.

Kuah soto yang sangat bening membuat semua orang bisa melihat daging ayam suwir yang ada di dalam mangkok. Bunda bisa menambahkan beberapa pugasan tambahan seperti telur rebus, perkedel kentang, dan bihun untuk dinikmati bersama.

Rasa yang segar juga membuat soto Banjar enak dinikmati dengan atau tanpa nasi. Jadi Bunda tidak perlu repot menghidangkan nasi lagi jika tidak sempat untuk memasak nasi dalam jumlah banyak.

8. Sop Kaki Kambing

8. Sop Kaki Kambing

Bunda perlu tahu bahwa Jakarta juga memiliki satu lagi hidangan berkuah yang lezat dan bisa jadi hidangan arisan. Sop kaki kambing adalah hidangan dengan bahan dasar daging kambing muda dan kuah santan yang gurih.

Hidangan ini bisa jadi salah satu opsi hidangan berat saat arisan. Pugasan dari sop kaki kambing juga tidak terlalu banyak dan bunda juga tidak perlu repot membuat hidangan pendamping.

Bunda hanya perlu menyiapkan setoples bawang goreng dan beberapa toples emping. Sop kaki kambing juga enak dinikmati dengan nasi hangat.

9. Gule

9. Gule

Hidangan berkuah yang satu ini sangat sesuai jika arisan juga digunakan sebagai acara khusus seperti akikah atau reuni. Kuah gule yang cenderung kental dan gurih karena santan membuat hidangan ini sangat cocok dinikmati di siang ataupun sore hari.

Bunda bisa memilih gule kambing atau sapi beserta berbagai macam isian yang ada. Gule biasanya dihidangkan bersama lontong, tapi Bunda juga bisa menyajikan hidangan ini dengan nasi hangat.

Satu lagi pendamping gule adalah sate dengan protein yang sama. Tambahan acar bawang merah dan cabe rawit potong beserta kecap bisa menambah kelezatan hidangan ini.

10. Tengkleng

10. Tengkleng

Hidangan berisi berbagai macam jeroan dan tulang sapi atau kambing ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Cita rasa utama dari hidangan berkuah kuning ini gurih, manis, dan sedikit asam.

Sepintas, kuah tengkleng mirip dengan kuah kari atau bahkan soto betawi yang bersantan. Tapi, setelah satu suapan, Bunda bisa tahu beda hidangan ini dengan berbagai hidangan kuah lainnya.

Bunda juga tidak perlu repot-repot membuat hidangan pendamping, tengkleng biasanya disajikan dengan nasi dan acar timun saja. Dan jika sisa hidangan masih ada cukup banyak, Bunda bisa terus merebus menggoreng isian tengkleng untuk dimakan bersama keluarga.

11. Tongseng

11. Tongseng

Jika Bunda ingin berhemat, maka tongseng bisa jadi pilihan. Rasa kuah yang padat dan gurih membuat hidangan ini tidak membutuhkan banyak lauk tambahan.

Sama-sama dari Jawa Tengah, tapi tongseng memiliki cukup banyak perbedaan dengan tengkleng. Kuah yang lebih kental dan manis karena menggunakan kecap manis, hidangan berkuah ini juga menggunakan berbagai macam rempah seperti kayu manis, kapulaga, jintan, dan bunga pekak.

Satu lagi perbedaan dengan tengkleng adalah Bunda bisa menyiapkan berbagai pugasan dan hidangan pendamping. Walaupun sudah ada tomat dan kol di dalam tongseng, tapi Bunda juga bisa menyiapkan tambahan kol, tomat, serta emping untuk dimakan bersama.

Tongseng yang memiliki campuran cita rasa manis, sedikit asam, dan juga hangat membuat hidangan ini enak dinikmati langsung. Tapi, jika rasa tongseng dirasa terlalu kuat, Bunda bisa menyiapkan nasi untuk dimakan bersama.

12. Sayur Asem

12. Sayur Asem

Hidangan rumahan ini juga populer sebagai hidangan arisan, terutama jika peserta arisan cukup banyak. Berbagai jenis sayur yang bisa digunakan jadi isi sayur asem juga membantu Bunda dalam memasak.

Bunda bisa menggunakan jagung, labu siam, daun melinjo, dan kacang panjang. Cita rasa asam bisa didapatkan dari asam jawa ataupun belimbing wuluh.

Sayur asem dibuat dengan sedikit rasa pedas dari cabe merah besar. Selain dengan nasi hangat, Bunda bisa menghidangkan sayur asem dengan berbagai lauk yang digoreng seperti tahu, tempe, ikan asin dan ayam goreng.

Bunda juga bisa membuat sambal terasi bagi peserta arisan yang ingin merasa lebih pedas. Tak lupa kerupuk yang bisa menambah kenikmatan menyantap sayur asem saat arisan.

Untuk arisan yang lebih berkesan, Bunda bisa membuat nasi jeruk purut atau bahkan nasi ungu dengan bunga telang. Hidangan khas rumahan ini akan terlihat jauh lebih cantik jika dihidangkan terpisah.

13. Rawon

13. Rawon

Masakan khas Jawa Timur ini sangat sesuai untuk arisan yang diadakan di sore hari. Kuah Rawon yang gurih dan sedikit kental membuat siapa saja sulit menolak satu porsi rawon dan nasi.

Warna khas Rawon yang gelap kehitaman ada karena penggunaan keluwek di dalamnya. Selain warna, cita rasa khas gurih yang sedikit asam juga ditambahkan oleh bahan yang satu ini.

Bunda bisa menghidangkan rawon hanya dengan sambal, kerupuk, dan taoge pendek. Tapi umumnya, rawon juga dinikmati dengan telur asin rebus, empal gepuk dan tempe goreng.

Untuk cita rasa rawon yang terbaik, Bunda bisa mulai membuat rawon di malam hari sebelum arisan berlangsung. Ini akan membuat daging rawon terasa lebih empuk dan semua bumbu sudah berhasil meresap sempurna.

14. Soto Betawi

14. Soto Betawi

Soto daging yang satu ini hidangan favorit di banyak daerah selain daerah asalnya di Jakarta. Bunda bisa menemukan banyak restoran yang menawarkan soto betawi, baik yang menggunakan susu ataupun santan sebagai campuran kuah.

Pugasan soto betawi yang berisi kentang goreng, irisan tomat dan kol membuat hidangan ini semakin nikmat. Bunda jangan lupa menyediakan emping dan juga nasi hangat untuk pasangannya.

Karena sudah cukup gurih, Bunda tidak perlu menyiapkan lauk tambahan untuk soto Betawi. Tapi mungkin Bunda bisa menyiapkan jajanan khas daerah yang sama seperti kue ape untuk camilan.

15. Laksa

15. Laksa

Cita rasa dari tanah Melayu yang sayang untuk tidak dimasukkan ke dalam menu arisan Bunda. Profil rasa dari Laksa mirip dengan mie Aceh kuah yang juga menggunakan bumbu kari.

Yang membedakan adalah kuah laksa memiliki rasa yang sedikit lebih pedas dan tidak sekuat mie Aceh. Selain itu, hidangan mie ini juga cukup populer di daerah Jabodetabek.

Bunda bisa memilih antara laksa Betawi yang berkuah merah dan bercita rasa pedas. Atau laksa Bogor yang berwarna kuning dan menggunakan udang rebon.

Baca Juga: 50 Menu Catering Kantoran Untuk Siang Mulai Rp 10000

Selain itu, Bunda bisa memilih untuk menghidangkan laksa dengan mie kuning atau bahkan bihun tepung beras. Untuk pugasan, Bunda bisa menambahkan taoge panjang sebelum mengguyur mie pilihan dengan kuah laksa.

Pengaruh budaya Arab dan India yang masuk lewat jalur perdagangan membuat laksa populer di Malaysia, Indonesia dan juga Singapura. Bunda juga bisa membuat laksa dengan daging sapi ataupun bahan bahari seperti udang dan cumi-cumi.

Kesimpulan

Hidangan berkuah bisa jadi opsi menarik saat arisan karena ada banyak profil rasa untuk dinikmati. Apalagi jika ini pertama kalinya Bunda yang bertugas menyiapkan konsumsi untuk arisan.

Tidak perlu khawatir jika selama ini Bunda tidak menemukan hidangan berkuah saat arisan. Bisa jadi, justru Bunda memulai tren untuk menghidangkan berbagai masakan berkuah.

Jika Bunda merasa tidak yakin dengan kemampuan memasak, Bunda bisa menggunakan jasa katering atau bahkan menyewa gerobak pedagang. Cara ini bisa menghemat banyak waktu dan juga sangat sesuai jika jumlah peserta arisan cukup banyak.

Yang pasti, masih ada banyak lagi menu arisan berkuah yang bisa Bunda coba untuk hidangkan seperti berbagai macam mie ayam atau bahkan soto mie. Dan lagi, semua menu berkuah bisa dinikmati kapan saja dan juga mudah dimodifikasi sesuka hati sesuai keinginan penikmat.

Bagikan:

Cindy Pramistasari

Seorang wanita yang selalu ingin mandiri dan tidak ingin merepotkan orang lain.

Tinggalkan komentar